Aku tak mempercayai cinta lagi
Aku tak dapat memisahkan kenangan di waktu itu dengannya
Saat aku mengingat jelas moment yang tergambar di kilasan memori itu
Aku pun akan mengingatnya
Wajah lugu dan tingkah polosnya
Yang entah tanpa aku sadari, sejak pertama melihatnya, aku tlah terpikat untuk berada di dunianya
Ia kekal di dalam hati ini
Menempati sebuah relung tanpa bisa aku cegah
Sampailah aku di suatu titik yang aku yakini
Aku hanya mencintai ia yang dulu
Tapi mengapa aku begitu sulit melupakannya?
Itu karena kekecewaanku yang tak pernah surut
Pernahkah kau mempercayai seseorang dengan sepenuh hatimu?
Tanpa pernah menuntut apapun
Kau berusaha menjadi yang terbaik baginya
Tapi kenyataan sungguh memporak-porandakan hatimu
Pengkhianatan adalah hal terkeji bagiku pada suatu hubungan
Dan aku takkan pernah ingin kembali walaupun aku sangat ingin
Aku kembali harus menekan perasaanku lagi dan lagi
Menutupinya terus menerus
Ia yang tak memilihku
Seakan kenyataan itu menghunusku
Menghujami hatiku dengan ribuan belati
Keberadaanku yang tak begitu penting di hidupnya membuat pertahananku hancur seketika
Ia baik-baik saja, bisa dikatakan bahagia tanpa aku di dalamnya
Dan aku lagi-lagi harus menyuarakan hatiku dengan tegas
Aku tak percaya pada cinta... lagi.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar